By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Gubernur Banten Hormati Kebijakan Larangan Mudik dan Pembukaan Tempat Wisata
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Lintas BantenSeputar Banten

Gubernur Banten Hormati Kebijakan Larangan Mudik dan Pembukaan Tempat Wisata

Last updated: April 17, 2021 11:31 am
5 tahun ago
Share
3 Min Read
SHARE

Larangan mudik yang diseru oleh pemerintah pusat membuat masyarakat tampak gaduh. Pasalnya, tradisi rutin yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali ini telah dibatasi karena Covid-19, pemerintah pusat mengkhawatirkan angka yang kena covid-19 akan melonjak dengan adanya  mudik, namun anehnya membuka tempat wisata.

Dalam   acara Mata Najwa  di Trans 7 pada Selasa (14/4/2021) pukul 20.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) tegaskan dirinya menghormati kebijakan Pemerintah Pusat terkait Pelarangan Mudik dan Pembukaan Pariwisata. Meski demikian, pihaknya mengusulkan kalau dilarang, dilarang semuanya. Kalau dibuka, dibuka semuanya. Gubernur memperkirakan, karena dekat dengan Jakarta, kemungkinan besar orang-orang tidak mudik, akan mengisi waktunya dengan wisata, salah satunya Banten bakal menjadi pilihan.

“Yang pertama, saya menghormati kebijakan Pemerintah dan tentunya akan kita taati,” tegasnya saat menjadi saah satu narasumber di Mata Najwa. Yang kedua, lanjut Gubernur, harus dipahami bahwa  posisi Provinsi Banten itu di wilayah ujung barat yang memiliki garis pantai sepanjang 499,62 Km dan sangat terbuka. 

“Pada satu sisi mudik tidak boleh tapi wisata dibuka. Ditambah lagi dengan masyarakat yang ada di Banten, itu kan jutaan orang,” tambah Gubernur. Apalagi, hampir tiap minggu, pilihan wisata masyarakat Jakarta dan sekitarnya ke daerah Banten. Dengan pertimbangan karena lebih dekat, lebih terjangkau secara ekonomi, dan sebagainya.

Gubernur pun ungkapkan penerapan disiplin protokol kesehatan terhadap para wisatawan yang datang ke Banten menjadi tantangan tersendiri.  Gubernur memaparkan, praktiknya waktu melakukan monitoring dan menata bagaimana wisata dengan penerapan protokol kesehatan, karena area wisata di Provinsi Banten terbuka, perlu komitmen berbagai pihak untuk mengontrol apalagi menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pengalaman dari Tahun Baru 2021 dan Lebaran tahun lalu, lanjutnya, di tempat wisata  antara orang-orang Banten dengan orang-orang dari Jakarta dan daerah lainnya berbaur, kumpul di situ. “Agak sulit bagi kami untuk melakukan penataan atau pelaksanaan protokol kesehatan. Ini yang kita hadapi. Karena, ternyata setelah ada aktivitas di tempat wisata, terjadi kerumunan. Yang terpapar (Covid-19) naik tajam,” ungkap Gubernur.  “Bagaimana memutus mata rantai ? Dalam hal ini Kita ada masalah sendiri,” pungkas Gubernur.

 Dalam kesempatan itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, tempat wisata dibuka harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi kapasitas tempat wisata, hingga mengusahakan vaksinasi bagi para pelaku industri pariwisata.

Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan terkait pelarangan mudik merupakan keputusan Pemerintah Pusat yang sudah diatur panduannya oleh Kementerian Perhubungan. Sementara itu tugas dan fungsi pihaknya adalah memastikan tempat destinasi wisata untuk patuh pada protokol kesehatan. Patuh pada peraturan dalam bingkai PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis mikro daerah setempat.

Penulis : Siti Mahfudzoh

You Might Also Like

Perempuan Bukan Pelengkap, Tapi Pejuang
Perempuan Dinilai Harus Terlibat dalam Penentuan Kebijakan Publik
Encop Sopia Dorong Perempuan Lebih Aktif di Ruang Publik
Pemprov Banten Usulkan Perampingan Dua OPD ke Kemendagri
Gubernur Andra Soni Apresiasi Pembinaan Tenis Pelti dan Polda Banten
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

SMPN 16 Kota Serang Terima Program Revitalisasi Pendidikan 2026

5 hari ago

Ketua KPPI Encop Sopia Ungkap Hambatan Perempuan di Dunia Politik

6 hari ago

Gubernur Andra Soni Benahi Penerangan Jalan Nasional Demi Keselamatan Warga

7 hari ago

Gubernur Andra Soni: Layanan Kesehatan Harus Adaptif terhadap Teknologi Digital

7 hari ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?