By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: KOPERASI DI MASA ORBA DAN SINDROM KETERGANTUNGAN ||
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
opini

KOPERASI DI MASA ORBA DAN SINDROM KETERGANTUNGAN ||

Last updated: Mei 27, 2021 7:17 pm
5 tahun ago
Share
3 Min Read
SHARE

Pada masa Pak Harto, koperasi diberikan tempat yang tinggi. Dalam pidato pengantar Pelita ke 2 dikatakan ” bahwa sekarang ini memang sistem koperasi belum menjadi suatu sistem ekonomi kita, tapi kelak di kemudian hari kita akan menuju kepada sistem ekonomi koperasi”.

Koperasi dipandang oleh Pak Harto tidak hanya sebagai sebuah mikro perusahaan melainkan dilihat dalam konteks makro ideologi. Dibangun sebagai perwujudan sistem demokrasi ekonomi.

Sebagai sebuah arsitektur pembangunan yang utuh Pak Harto berusaha menciptakan sekolah koperasi, dan kampus Institut Koperasi Indonesia ( Ikopin). Kemudian koperasi-koperasi diberikan dukungan fasilitas yang lengkap dari gedung, bahkan priveledge bisnis seperti penyaluran sarana produksi pertanian dan monopoli bisnis lainya.

Pada masa Orba, Koperasi Unit Desa ( KUD) juga dijadikan idola masyarakat pedesaan. Bahkan sukses sebagai alat untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 1983/4 yang dikemas dalam paket ” revolusi hijau” yang pada akhirnya turut merusak lingkungan. Selain sebagai alat kekuasaan untuk kendalikan masyarakat sipil dengan lakukan upaya tunggalisasi organisasi.

Pada masa itu, dikarenakan birokrasi lebih kuat dari regulasi dan wibawa politik Pak Harto nyaris tak ada yang berani mengoreksi termasuk para akademisi, maka kesalahan mendasar kebijakan pembangunan koperasi juga tidak berada dalam tempat yang pas.

Organisasi koperasi tidak dibangun atas prakarsa dari bawah dan tidak dibangun dengan landasan kemandirian yang merupakan hal prinsip penting dalam keberlanjutan koperasi.

Era reformasi, yang diikuti dengan pencabutan berbagai fasilitas pemerintah terhadap koperasi menjadikan koperasi rontok habis dan kehilangan daya tahanya sebagai usaha bisnis di tengah arus sistem kapitalisme yang ultra liberal.

Masyarakat kita sampai saat ini dibentuk oleh sudut pandang bahwa koperasi itu merupakan tempat untuk mengejar fasilitas, mencari cari bantuan, bukan dikembangkan sebagai bisnis natural untuk wujudkan kemandirian dan penuhi kebutuhan. Celakanya, pembangunan koperasi saat ini bukan dikoreksi kesalahanya tapi ikut dihujat oleh banyak pihak dan termasuk para aktifis sosial yang hanya melihat das sein ( yang kenyataannya) koperasi tanpa tahu apa itu das sollen ( yang seharusnya).

Koperasi berada dalam lobang besar. Terperosok terlalu jauh dalam kubang kerusakan organisasi dan alami sindrom ketergantungan akut. Kalau tidak segera melakukan koreksi ke dalam maka koperasi tentu akan segera ditenggelamkan oleh jaman.

Jakarta, 27 Mei 2019

SUROTO

koperasi #demokrasi #suharto #presiden

You Might Also Like

Encop Sopia: Dapur MBG Banyak Membantu Masyarakat
Pembangunan Pandeglang: Antara Pertumbuhan dan Keadilan Sosial
Ekonomi Pandeglang: Potensi Besar, Kesejahteraan Masih Tertinggal
Teori sosial barat dan perubahan budaya masyarakat banten
Rasionalitas Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang di Tengah Perubahan Sosial: Perspektif Adam Smith
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Kebaikan Bersama dalam Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang: Perspektif Aristoteles

2 minggu ago

Dampak media sosial terhadap pola pikir generasi muda

2 minggu ago

Potensi Pariwisata dan Tantangan Pembangunan, Menata Ulang Strategi Pembangunan Berkelanjutan di Pandeglang

2 minggu ago

Menghirup Racun di Kota Global: Polusi Jakarta dan Ironi Pembangunan yang Membunuh

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?