Magi di Tanah Banten

Damar Banten – Banten menjadi salah satu rujukan sebagai tempat tumbuh suburnya ilmu-ilmu gaib. Tidak sedikit orang Banten memanfaatkan reputasi ini dengan berprofesi sebagai juru ramal, pengendali ruh, pengusir setan, pemulih patah tulang, tabib, tukang pijat, pelancar usaha untuk mendapatkan kekayaan, kedudukan, pelet (untuk memikat lawan jenis), hingga perlindungan supranatural serta kedamaian jiwa.

Sebagian besar keahlian magi orang Banten tentu erat hubungannya dengan keahlian mereka dalam bermain silat dan dunia jawara. Kesenian Debus, dengan konsep kekebalan tubuh terhadap api dan benda-benda tajam sudah merepresentasikan teknik magis. Teknik para guru debus ini merupakan adopsi eklektik terhadap magi Islam dan magi pra-Islam. Bacaan berbahasa Arab dilantunkan secara simultan dengan mantra berbahasa Jawa dan Sunda.”

Identifikasi Banten sebagai a heaven of cult, atau surganya praktek kultus dan pemujaan juga terefleksikan dalam tradisi ziarah ke kuburan-kuburan keramat. Motivasi untuk mengikatkan diri pada masa lalu dengan kunjungan ke makam-makam keramat tidak terlalu dominan. Motivasi yang dominan di kalangan peziarah merupakan utilitarian, mengharapkan keramat dari ruh-ruh suci agar permohonan para peziarah dapat dikabulkan-Nya. Motif Kelancaran usaha dan jodoh, peningkatan jenjang karier di dunia politik, birokrasi, dan usaha, perbaikan relasi, kehidupan rumah tangga, dan bahkan kelancaran dalam menghadapi ujian sekolah dan perguru tinggi merupakan sebagian motivasi yang berhasil diidentifikasi dari kalang peziarah.

 Kiai pengamal (dan pengajar) tarekat seringkali juga berpraktek sebagai ahli hikmat, praktisi magi Islam yang biasanya menggunakan kitab syamsul ma'arif, sebuah kitab klasik yang dipakai untuk dasar formula magi Islam untuk berbagai kepentingan disesuaikan dengan permohonan 'pasien".

 Praktek magi yang berkaitan dengan tarekat adalah popularita pembacaan kitab Dala'l al-Khayrat yang mengandung berbagai macam amalan serta  zikir untuk hizh al-bahr, hizb al-barr, hizb al-nasr, hizb al-wiqaya, hizh al-a'zham, hizb al-nawawi, hizb al-yaman, and hizb al-latif. Di antara fungsi spiritual dan magis yang diyakini oleh pengamalnya antara lain: untuk melindungi diri dari musuh, kekebalan, penyembuhan dari berbagai penyakit, peningkatan kesejahteraan dan kekayaan, dan dapat bersabar dalam segala keadaan." 

Pada buku catatan seorang praktisi magi Islam, tertuang beragam jenis rajah, mantra, jampi, pelet, hingga wirid-wirid di samping hizb-hizb seperti tersebut di atas. Mantra dan jimat untuk sirep, membuat lawan menjadi tidak berdaya, bisu dan tidak sadar, rajah untuk menundukan orang yang sombong, dan pelet untu memikat lawan jenis. Rajah-rajah untuk menundukan musuh, mengusir orang asing, menundukan ular, mendapatkan promosi dalam karier, sukses dalam berdagang dan bertani, mendapatkan kekuatan dari jin, peningkatan  dalam urusan ranjang, penyembuhan herbal serta ilmu untuk menangani hewan merupakan formula yang memenuhi buku catatan para Kiai praktisi magis, yang menjadi mata rantai dalam transmisi ilmu magi di Banten.

 Ketertarikan masyarakat  Banten terhadap hal yang berbau magi membuat para peneliti mengidentifikasi orang Banten sebagai homo magicum.  Alam pikiran magi orang Banten tidak  dipisahkan dari anatomi potensi fitrah manusia yang selalu memiliki alam pikiran tentang yang sakral dan alam pikiran tentang yang profan. Semoderen dan seilmiah apapun, alam pikiran orang cenderung meyakini kepercayaan-kepercayaan magi dan dengan demikian "tergoda" untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari mereka dengan bersandar terhadap solusi dan jawaban yang ditawarkan oleh para ahli magi. 

Diseminasi dan popularitas ajaran magi tidak bisa dilepaskan dari agent of dissemination-nya. Pesantren, sebagai lembaga pengajaran Islam tertua dan sekaligus terbanyak di Banten, menjadi tempat yang tidak hanya mengajarkan ilmu- ilmu tradisional Islam, akan tetapi juga lokus subur untuk menimba ilmu-ilmu magi yang bersumber dari khazanah klasik Islam. Di samping itu, keberadaan dukun dan orang pintar masih dianggap penting dan dibutuhkan oleh masyarakat Banten karena diyakini dapat membantu mengatasi persoalan hidup sehari-hari.

 Terbentuknya alam pikiran orang Banten demikian dari sudut pandang sejarah nampaknya tidak bisa dilepaskan dari sejarah pengajaran Islam di Banten yang sebelumnya juga menjadi tumbuh suburnya ajaran Hindu dan Buddha. Keyakinan magis orang Banten menganggap agama sebagai sumber ajaran magi, yang tidak terlepas dari pengalaman puluhan abad orang Banten dengan beragam kepercayaan dan keyakinan yang datang silih berganti.

 Sebagai agama paling terakhir Banten, Islam telah membentuk cara pandang masyarakat Banten dengan pandangan bahwa Islam adalah agama yang ramah dengan budaya lokal. Ngelmu Karang yang dikaitkan dengan Islam dengan demikian dapat hidup berdampingan dengan Ngelmu Rawayan yang dikaitkan dengan masyarakat Baduy yang secara eksplisit bersifat non-Islam. Keduanya, di samping bacaan-bacaan kiai tersebut dalam paragraf di atas diyakini dapat memberikan kekuatan magi.

 Pengaruh pada alam pikiran magi' masyarakat Banten ini juga merembes tidak hanya pada praktek pengobatan dan perdukunan, akan tetapi juga dalam praktek berkesenian. Seni debus, gacle, pencak silat, wayang golek, patingtung, rudat, doblang, ubrug, bendrong lesung, wayang orang, adalah ekpresi kesenian orang Banten yang juga kental dengan nuansa magi.

Sumber : Sejarah Banten – Membangun Tradisi dan Peradaban

Oleh : Ilham Aulia Japra

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini