By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Pembangunan Pandeglang: Antara Pertumbuhan dan Keadilan Sosial
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
opini

Pembangunan Pandeglang: Antara Pertumbuhan dan Keadilan Sosial

Last updated: Januari 10, 2026 9:12 pm
17 jam ago
Share
3 Min Read
SHARE

Damar Banten- Pembangunan daerah merupakan instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Pandeglang, sebagai salah satu daerah dengan potensi sumber daya alam yang besar di Provinsi Banten, seharusnya mampu menjadikan pembangunan sebagai jalan keluar dari persoalan kemiskinan dan ketertinggalan. Namun, hingga kini pembangunan di Pandeglang masih menyisakan berbagai persoalan mendasar, terutama terkait pemerataan dan keberpihakan pada masyarakat kecil.

Selama ini, pembangunan di Pandeglang cenderung berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Jalan, gedung, dan fasilitas publik memang penting, tetapi pembangunan semacam ini belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak wilayah pedesaan masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta lapangan kerja yang layak.

Selain itu, pembangunan ekonomi di Pandeglang belum sepenuhnya bersifat inklusif. Sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat masih dikelola secara tradisional dan minim dukungan teknologi serta modal. Akibatnya, petani dan nelayan sulit meningkatkan produktivitas dan pendapatan, sementara keuntungan lebih besar justru dinikmati oleh pihak yang memiliki akses pasar dan modal lebih kuat.

Pembangunan sektor pariwisata juga perlu dikritisi. Meski pariwisata berkembang di beberapa kawasan, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal. Tanpa regulasi yang berpihak, pembangunan pariwisata berpotensi menciptakan ketimpangan baru, di mana masyarakat sekitar hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan di daerahnya sendiri.

Oleh karena itu, pembangunan di Pandeglang harus diarahkan pada prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan. Pemerintah daerah perlu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan kerja, serta mendorong ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Partisipasi masyarakat juga harus dilibatkan secara aktif agar pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan di Pandeglang tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau jumlah proyek fisik, melainkan dari sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara adil dan merata. Tanpa perubahan orientasi pembangunan yang berpihak pada rakyat, Pandeglang berisiko terus tertinggal meski memiliki potensi yang melimpah.

Lebih jauh, Marx memandang negara sebagai instrumen yang sering kali digunakan untuk menjaga kepentingan kelas dominan. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan di Pandeglang harus diarahkan untuk melindungi kepentingan masyarakat kecil melalui pemerataan akses pendidikan, modal usaha, dan penguasaan sumber daya ekonomi. Tanpa perubahan orientasi kebijakan, pembangunan hanya akan menghasilkan pertumbuhan tanpa keadilan.

PENULIS : SITI NURMALA SULISTIAWATI
DOSEN PEMBIMBING : ANGGA ROSIDIN, S.I.P., M. A. P.
KAPRODI : ZAKARIA HABIB AL-RA’ZIE, S.IP., M.SOS.
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA UNIVERSITAS PAMULANG KAMPUS SERANG

You Might Also Like

Ekonomi Pandeglang: Potensi Besar, Kesejahteraan Masih Tertinggal
Teori sosial barat dan perubahan budaya masyarakat banten
Rasionalitas Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang di Tengah Perubahan Sosial: Perspektif Adam Smith
Kebaikan Bersama dalam Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang: Perspektif Aristoteles
Dampak media sosial terhadap pola pikir generasi muda
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Potensi Pariwisata dan Tantangan Pembangunan, Menata Ulang Strategi Pembangunan Berkelanjutan di Pandeglang

1 hari ago

Menghirup Racun di Kota Global: Polusi Jakarta dan Ironi Pembangunan yang Membunuh

23 jam ago

Hegemoni Fiskal dan Tergerusnya Keadilan: Bedah Kenaikan PPN 12% dalam Perspektif Konflik Kelas

23 jam ago

DPRD Banten Bahas APBD 2026: Gerindra Minta Optimalisasi Aset dan Belanja Tepat Sasaran

2 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?