By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Pentingnya Edukasi Perawatan Kulit di Era Digital
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
opini

Pentingnya Edukasi Perawatan Kulit di Era Digital

Last updated: September 26, 2025 8:56 pm
4 bulan ago
Share
4 Min Read
SHARE

Damar Banten – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, edukasi tentang perawatan kulit bukan lagi menjadi sekadar kebutuhan sekunder, melainkan menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat dan kesadaran diri, terutama bagi generasi muda. Kegiatan seminar bertajuk “Wardah Symradiance Campus Road Show” yang digelar pada Selasa, 23 September 2025, menjadi contoh konkret bagaimana edukasi seputar skincare bisa dikemas secara informatif, ilmiah, dan inspiratif.

Berlangsung atas kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP) dan brand kecantikan lokal ternama, Wardah, acara ini menghadirkan dr. Candra Fitri Wulansari sebagai narasumber utama. Di hadapan para mahasiswa, dr. Candra menyampaikan hal-hal mendasar namun sering disalahpahami soal perawatan kulit. Salah satunya adalah persepsi keliru bahwa kulit sehat harus putih atau glowing secara instan.

Hal ini menjadi catatan penting di tengah maraknya konten viral di media sosial yang kerap menyesatkan. Review produk yang didasarkan pada tren semata, tanpa basis ilmiah, kerap kali membuat generasi muda terjebak dalam standar kecantikan semu. Maka, ketika edukasi skincare disampaikan oleh ahli yang kompeten dan didukung oleh institusi akademik, hal ini menjadi nilai tambah yang sangat berharga.

Dalam sambutannya, Kaprodi Ilmu Pemerintahan, Muhammad Akbar Maulana, S.I.P., M.IP., juga menggarisbawahi bahwa kolaborasi dengan brand besar seperti Wardah bukan semata demi promosi, tetapi sebagai bentuk pembelajaran luar kelas yang tak kalah penting. Lebih jauh, beliau menekankan bahwa perawatan kulit bukanlah domain eksklusif perempuan saja. Ini adalah kebutuhan semua orang karena kulit adalah bagian dari tubuh, dan merawatnya sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik dan mental.

Menjaga Kulit, Menjaga Kepercayaan Diri

Yang menarik, dr. Candra juga menekankan bahwa perawatan kulit yang tepat tidak membutuhkan produk berlapis-lapis atau mahal. Yang dibutuhkan adalah pemahaman: kapan kulit perlu eksfoliasi, bagaimana memilih sunscreen, serta membedakan antara kosmetik biasa dan kosmedis — produk dengan kandungan aktif berbasis riset ilmiah.

Brand Wardah, lewat lini Symradiance, menghadirkan inovasi perawatan yang sebelumnya hanya tersedia di klinik, kini bisa diakses lebih luas. Ini merupakan langkah inklusif yang patut diapresiasi, karena membuktikan bahwa kualitas tidak harus eksklusif. Semua orang berhak mendapatkan akses terhadap produk yang aman, terpercaya, dan terjangkau.

Edukasi yang Perlu Diperluas, Bukan Sekadar Sekali Acara

Seminar kolaborasi antara HIMIP dan Wardah ini membuka mata bahwa edukasi skincare tak bisa berhenti di satu pertemuan. Ini harus menjadi gerakan berkelanjutan. Karena generasi muda adalah kelompok paling rentan terhadap arus informasi cepat namun dangkal di media sosial. Kampus, sebagai ruang intelektual, bisa menjadi titik tolak penting untuk menghadirkan narasi yang lebih sehat, realistis, dan membumi soal perawatan diri.

Lebih dari itu, kesadaran akan pentingnya merawat kulit juga menyentuh aspek psikologis: kepercayaan diri, penerimaan diri, dan kesehatan mental. Maka, merawat kulit bukan sekadar urusan estetika, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap tubuh dan diri sendiri.

Sinergi antara dunia akademik dan industri seperti ini harus terus dilanjutkan. Karena melalui kolaborasi inilah, pengetahuan tak hanya berhenti di ruang kelas, tapi menjelma menjadi kesadaran kolektif bahwa menjadi sehat, merawat diri, dan merasa percaya diri adalah hak semua orang, bukan sekadar tren musiman.

Penulis: Tubaka Latif & Fadhil Muhammad

You Might Also Like

Encop Sopia: Dapur MBG Banyak Membantu Masyarakat
Pembangunan Pandeglang: Antara Pertumbuhan dan Keadilan Sosial
Ekonomi Pandeglang: Potensi Besar, Kesejahteraan Masih Tertinggal
Teori sosial barat dan perubahan budaya masyarakat banten
Rasionalitas Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang di Tengah Perubahan Sosial: Perspektif Adam Smith
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Kebaikan Bersama dalam Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang: Perspektif Aristoteles

2 minggu ago

Dampak media sosial terhadap pola pikir generasi muda

2 minggu ago

Potensi Pariwisata dan Tantangan Pembangunan, Menata Ulang Strategi Pembangunan Berkelanjutan di Pandeglang

2 minggu ago

Menghirup Racun di Kota Global: Polusi Jakarta dan Ironi Pembangunan yang Membunuh

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?