Damar Banten – Perubahan sosial yang terjadi di Kota Serang dalam beberapa tahun terakhir cukup terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Perkembangan kawasan perkotaan, bertambahnya pusat perbelanjaan, serta kemudahan akses teknologi digital secara perlahan mengubah cara masyarakat memenuhi kebutuhan ekonominya. Dalam kondisi tersebut, masyarakat dituntut untuk lebih rasional dalam menentukan pilihan ekonomi yang dianggap paling menguntungkan dan efisien.
Di Kota Serang, masyarakat kini memiliki beragam pilihan dalam melakukan aktivitas ekonomi. “Sebagian warga masih mengandalkan pasar tradisional”, sementara yang lain mulai beralih ke minimarket modern atau berbelanja secara daring. Pilihan tersebut biasanya didasari oleh pertimbangan sederhana, seperti harga yang lebih terjangkau, jarak yang dekat, atau kemudahan transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan sosial mendorong masyarakat untuk menyesuaikan pola konsumsi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Pemikiran Adam Smith mengenai kepentingan individu (self-interest) dapat digunakan untuk membaca fenomena ini. Menurut Adam Smith, individu pada dasarnya akan bertindak untuk memenuhi kepentingannya sendiri. Dalam konteks masyarakat Kota Serang, rasionalitas tersebut terlihat dari munculnya berbagai usaha kecil dan menengah, seperti usaha kuliner rumahan, warung kopi, hingga toko daring yang dikelola secara mandiri. Pilihan untuk membuka usaha tersebut bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada harapan memperoleh keuntungan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Perubahan sosial juga mendorong masyarakat Kota Serang untuk semakin akrab dengan pemanfaatan media sosial dalam kegiatan ekonomi. Banyak pelaku usaha kecil memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya, karena dinilai lebih efektif dan tidak membutuhkan biaya besar. Keputusan ini mencerminkan rasionalitas ekonomi, di mana individu mempertimbangkan manfaat yang diperoleh dibandingkan dengan sumber daya yang dikeluarkan.
Meski demikian, rasionalitas pilihan ekonomi tidak selalu berdampak positif secara sosial. Dalam beberapa kondisi, persaingan usaha yang semakin ketat justru memunculkan sikap individualistis dan mengurangi kepedulian sosial. Oleh karena itu, rasionalitas ekonomi sebagaimana dipahami dalam perspektif Adam Smith perlu diimbangi dengan kesadaran sosial agar perubahan sosial di Kota Serang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keharmonisan kehidupan masyarakat.
Penulis : Neni Maharani Agustin

