Damar Banten – SKh Elok Asri menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Deklarasi Bersama Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), Kamis (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi komitmen seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan perundungan.
Deklarasi diikuti kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua atau wali murid. Seluruh peserta membacakan deklarasi bersama sebagai bentuk tekad membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati, peduli, dan bekerja sama.
Lima komitmen yang diikrarkan meliputi menghentikan segala bentuk perundungan, menghargai keberagaman sebagai kekuatan persatuan, menciptakan ruang belajar yang inklusif, berani melaporkan tindakan kekerasan, serta menjadi sahabat yang peduli terhadap sesama.
Sebagai bentuk penguatan komitmen, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua atau wali murid menandatangani spanduk deklarasi. Sementara itu, para peserta didik membubuhkan cap telapak tangan dan sidik jari sebagai simbol keterlibatan aktif dalam menjaga budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Kepala SKh Elok Asri mengatakan deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni penutup MPLS, tetapi menjadi komitmen yang harus diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
“Sekolah yang aman dan nyaman tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Semua harus bekerja sama, mulai dari sekolah, orang tua, sampai peserta didik. Dengan begitu, setiap anak bisa merasa dihargai, terlindungi, dan berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.
Melalui deklarasi tersebut, SKh Elok Asri berharap seluruh warga sekolah terus menanamkan sikap saling menghargai, memiliki empati, serta berani mencegah dan melaporkan segala bentuk kekerasan. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang setiap peserta didik.

