Damar Banten – Sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang menjadi sorotan dalam reses DPRD Provinsi Banten bersama Wali Kota Serang pada (11/2/2026). Sejumlah persoalan mulai dari penerangan jalan, banjir, hingga percepatan penetapan ibu kota provinsi dibahas dalam pertemuan tersebut.
Anggota DPRD Provinsi Banten Teguh Istaal dari Fraksi Golkar Komisi IV menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan untuk mempercepat pembangunan di Kota Serang.
“Kita akan sinergikan dengan pemprov supaya Kota Serang lebih terang dan jauh dari kriminalitas,” ujarnya.
Ia menyampaikan, DPRD juga menerima aspirasi dari Pemerintah Kota Serang terkait pembangunan exhibition hall, penataan pedestrian, serta penanganan danau. Menurutnya, keterbatasan anggaran harus disikapi dengan kerja sama yang solid.
“Yang penting sinergitas. Anggaran terbatas, jadi harus kita atasi bareng,” ujarnya.
Teguh turut menegaskan dukungan terhadap percepatan penetapan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten. Saat ini, proses tersebut masih dalam kajian di Kementerian Dalam Negeri.
“Kita kawal terus, sekarang posisinya sudah di Kemendagri,” ujarnya.
Banjir dan Infrastruktur Jadi Perhatian
Dalam kesempatan itu, persoalan banjir juga menjadi perhatian. Teguh menyebut Pemprov Banten telah melakukan normalisasi di sejumlah titik genangan untuk mengurangi dampak banjir.
“Kita gercep, normalisasi terus dilakukan di beberapa aliran,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Banten Djasmarni dari Fraksi NasDem Komisi I mengatakan reses yang berlangsung di musim hujan membuat berbagai persoalan terlihat nyata di lapangan.
“Kita lihat langsung jalan rusak, sampah kebawa banjir, macet juga,” ujarnya.
Ia menambahkan, masa reses masih berlangsung hingga (14/2/2026) dan DPRD akan terus menyerap serta merepresentasikan aspirasi masyarakat Kota Serang.
“Reses belum selesai, tapi kita harus langsung merepresentasikan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Penulis: Ayu Lestari

