By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Hampir 10% Anak di Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Utama

Hampir 10% Anak di Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa

Last updated: Maret 9, 2026 10:36 pm
22 jam ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025-2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10% anak di Indonesia. Dari sekitar 7 juta anak yang menjalani skrining, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 4,4% mengalami gejala kecemasan (anxiety disorder). Dan 4,8% atau sekitar 363 ribu anak mengalami gejala depresi (depression disorder). Hal ini dijelaskan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (09/03/2026).

“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa pada anak sangat besar,” ujar Budi sebagaimana dilansir laman kemenkes.go.id.

Budi menilai, persoalan ini tidak hanya dipengaruhi faktor individu, tetapi juga keluarga, pertemanan, dan lingkungan belajar. Menurutnya, penanganan perlu melibatkan pendidikan pola asuh, sosialisasi life skill, serta Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).

“Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).” Katanya.

Kolaborasi SKB Kesehatan Jiwa Anak

Menindaklanjuti temuan CKG, Kemenkes menargetkan perluasan skrining hingga 25 juta anak, dengan hasilnya akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas. Pemerintah juga mendorong guru BK dan guru kelas mendampingi siswa yang terdeteksi gejala, memperluas skrining hingga 25 juta anak, serta menyiagakan tenaga psikolog dan layanan krisis kesehatan jiwa melalui Healing119.id.

Upaya deteksi dini ini diperkuat melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kesehatan Jiwa Anak oleh sembilan kementerian dan lembaga pada 5 Maret 2026. SKB ini membangun sistem penanganan terpadu mulai dari pencegahan hingga pengobatan, serta menjamin kerahasiaan data pribadi anak untuk mencegah stigma.

Sembilan instansi yang terlibat antara lain Kemenkes, KemenPPPA, Kemendikdasmen, Kemendukbangga/BKKBN, Kemenag, Kemendagri, Kemensos, Komdigi, dan Polri.

Penulis : Mardiah

You Might Also Like

Tinjau Tiga Industri di Batam dan Bintan, Wamendag Dorong Ekspor
Wamendag Tinjau Stabilitas Harga Bapok di Pasar Summerland, Batam
Kemensos Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat Bersama Pemda
BBSPJIKB Gelar Uji Profisiensi Emas
PPPA Soroti RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Menhut Serahkan Akses Kelola Hutan 560 Hektare untuk 411 KK di NTB

2 hari ago

Mudik 2026 Diprediksi Tembus 143 Juta Orang, Kemenhub Perketat Ramp Check

2 hari ago

Kemen PPPA Dukung Permen Komdigi Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital

2 hari ago

Kekerasan Jadi Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa Anak

4 hari ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?