Damar Banten – Gubernur Banten Andra Soni memaparkan strategi efisiensi anggaran dan reformasi tata kelola pemerintahan kepada tim peneliti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam wawancara virtual, Rabu (24/6/2026).
Penelitian tersebut mengkaji political will dan konsolidasi kelembagaan pemerintahan daerah di Provinsi Banten yang dinilai berhasil berkembang pesat sejak menjadi daerah otonomi.
Andra Soni menjelaskan, Pemprov Banten menerapkan sistem manajemen talenta dalam penempatan aparatur sipil negara (ASN) agar sesuai dengan kompetensi dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pegawai.
“Penempatan ASN berdasarkan talenta penting untuk mendukung tercapainya visi pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain reformasi birokrasi, Pemprov Banten juga melakukan pengoptimalan anggaran dengan memperketat belanja agar lebih efektif dan tepat sasaran. Salah satu hasilnya adalah perluasan Program Sekolah Gratis yang kini mencakup ratusan sekolah swasta di Banten.
Menurut Andra, pada tahun pertama program tersebut telah menjangkau sekitar 801 sekolah swasta untuk siswa kelas X. Pada tahun kedua, cakupan program diperluas hingga kelas XI dan mulai melibatkan madrasah aliyah (MA) dengan kuota 10 ribu siswa.
Di sektor infrastruktur, Pemprov Banten juga terus menjalankan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dengan infrastruktur yang baik, mobilitas masyarakat meningkat, biaya transportasi dapat ditekan, dan manfaat pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Andra Soni.
Editor : Owi

