Damar Banten – Sorotan terhadap pelayanan kontingen Kabupaten Serang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten akhirnya mendapat respons resmi. Setelah berbagai keluhan mencuat dan menjadi perbincangan publik, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang menyampaikan permohonan maaf kepada atlet, pelatih, ofisial, hingga masyarakat.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengakui adanya sejumlah kendala selama pelaksanaan POPDA di Kota Cilegon (08-13/06/2026). Kendala tersebut memicu ketidaknyamanan yang dirasakan atlet dan menjadi bahan kritik dari berbagai pihak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, orang tua atlet, dan masyarakat Kabupaten Serang atas ketidaknyamanan yang terjadi selama pelaksanaan POPDA. Kami memahami kekecewaan yang muncul dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kami,” ujar Anas.
Meski demikian, Disporapar menegaskan telah berupaya memenuhi kebutuhan atlet mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga fasilitas pendukung lainnya. Namun sejumlah persoalan teknis di lapangan disebut muncul di luar perencanaan yang telah disiapkan sebelumnya.
“Kami sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi para atlet agar mendapatkan akomodasi yang nyaman dan dapat fokus bertanding. Hanya saja, kondisi di lapangan tidak seluruhnya sesuai dengan perencanaan,” katanya.
Pemkab Serang Turun Tangan
Ramainya keluhan yang muncul membuat Pemerintah Kabupaten Serang ikut turun tangan. Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana memastikan persoalan pelayanan atlet menjadi perhatian serius pemerintah daerah, termasuk Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh atlet dan masyarakat Kabupaten Serang. Apa yang terjadi tentu menjadi evaluasi bersama,” ujarnya.
Menurut Zaldi, para atlet merupakan aset daerah yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Serang di ajang olahraga tingkat Provinsi Banten. Karena itu, pemerintah berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendampingan dan pelayanan kontingen.
“Kami sangat menghargai perjuangan para atlet yang telah berlatih keras dan mengharumkan nama Kabupaten Serang. Ke depan kami akan memastikan sistem pendampingan, koordinasi, dan pelayanan dapat berjalan lebih baik,” katanya.
Kasus ini menjadi catatan penting bagi Pemkab Serang. Di tengah target peningkatan prestasi olahraga, pelayanan terhadap atlet dinilai tak boleh luput dari perhatian. Sebab, kenyamanan atlet saat bertanding menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung lahirnya prestasi bagi daerah.
Penulis : Mardiah

