Damar Banten – DPRD Provinsi Banten menilai Kawasan Wisata Religi Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, layak terus dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan sejarah. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Banten Komisi III dari Fraksi Gerindra, Encop Sopia, dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Wisata Religi Caringin, Minggu (09/08/2026).
Encop mengatakan, pengembangan wisata religi menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sektor pariwisata di Banten. Menurutnya, Dinas Pariwisata sebagai salah satu mitra Komisi III memiliki peran dalam menguatkan berbagai destinasi wisata, termasuk wisata sejarah dan religi.
“Dinas Pariwisata merupakan salah satu mitra kami. Tentu kami mendorong agar tempat-tempat wisata di Banten terus diperkuat, termasuk wisata sejarah dan wisata religi,” ujar Encop.
Caringin Punya Nilai Sejarah
Encop menilai Kawasan Wisata Religi Caringin memiliki potensi besar karena memiliki nilai sejarah yang kuat dalam perjalanan perkembangan Islam di Indonesia. Kawasan tersebut juga telah dikenal masyarakat hingga mancanegara.
“Wisata religi kawasan Syekh Asnawi Caringin ini sudah terkenal sampai mancanegara. Banyak cerita sejarah di sini yang membanggakan bagi perjalanan gerakan Islam di Indonesia,” katanya.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan para peziarah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata religi di Banten.
“Harapannya, wisata religi ini semakin kuat dan berkembang. Bukan hanya sebagai tempat ziarah, tetapi juga menjadi bagian dari wisata sejarah yang bisa membanggakan Banten,” ujarnya.

Gubernur Letakkan Batu Pertama
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Wisata Religi Caringin. Ia mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Banten terhadap pengembangan wisata religi di daerah.
“Ini merupakan wujud dari Pemerintah Provinsi Banten untuk menciptakan tempat yang nyaman bagi masyarakat dan para peziarah,” kata Andra.
Menurutnya, kawasan makam Syekh Asnawi Caringin memiliki potensi besar karena setiap tahun dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Setiap tahun makamnya dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Karena itu, kita ingin kawasan ini direvitalisasi agar lebih nyaman,” ujarnya.
Andra berharap pembangunan dan revitalisasi kawasan tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan para peziarah, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
“Kita berharap kawasan ini bisa menggerakkan perekonomian wilayah dan berkembang menjadi wisata religi yang membanggakan Provinsi Banten,” katanya.
Yayasan Siap Jalankan Amanah
Perwakilan Yayasan Aliyah Caringin sekaligus keluarga besar Syekh Nawawi, Jajat Rifatullah, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten atas dukungan terhadap pembangunan kawasan wisata religi tersebut.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten atas support dan dukungannya. Mulai hari ini kami memohon dukungan untuk pelaksanaan pembangunan taman wisata religi Syekh Nawawi,” ujar Jajat.
Ia mengatakan yayasan siap menjalankan amanah pembangunan yang telah diberikan. Sebanyak 13 pengurus yayasan akan terlibat dalam pelaksanaan pembangunan selama 180 hari ke depan.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanah ini. Ada 13 pengurus yayasan yang akan menjalankan amanah selama 180 hari ke depan. Kami berharap pembangunan ini bisa selesai sesuai dengan yang direncanakan,” katanya.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut turut dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim.
Pembangunan Kawasan Wisata Religi Caringin diharapkan dapat memperkuat potensi wisata religi dan sejarah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah.
Penulis: Ayu Lestari

