Damar Banten – Gubernur Banten Andra Soni meletakkan batu pertama pembangunan Kawasan Wisata Religi Syekh Asnawi Caringin di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Makam Syekh Asnawi itu turut dirangkaikan dengan peresmian dan ziarah bersama. Revitalisasi kawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten menata situs religi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat.
Perwakilan Keluarga Besar Syekh Asnawi dari Yayasan Aulia Caringin, Jajat Rifatulllah, mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak keluarga dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Ia menyebut, keluarga besar Syekh Asnawi telah menyatakan persetujuan terhadap rencana revitalisasi kawasan tersebut.

“Alhamdulillah menjadi satu kesepakatan untuk direvitalisasi oleh Pak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Banten. Kami juga dari keluarga besar Syekh Asnawi menyatakan setuju untuk pembangunan ini,” ujar Jajat.
Menurut Jajat, pembangunan kawasan tersebut ditargetkan berlangsung selama 180 hari atau sekitar enam bulan.
“Pelaksanaan pembangunan Taman Wisata religi pemakaman Syekh Asnawi ini Mulai hari ini sampai 180 hari kedepan, diperkirakan sekitar pertengahan Desember akan selesai dan insyaallah kita ketemu lagi di sini dalam situasi yang berbeda dan kita akan melihat kemegahan situs religi pemakaman” Sambungnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan kawasan Makam Syekh Asnawi nantinya dapat tertata lebih baik.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan revitalisasi Kawasan Ziarah Syekh Asnawi Caringin bukan hanya berkaitan dengan penataan fisik, tetapi juga upaya memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik kepada para peziarah.
“Penataan kawasan bukan semata-mata untuk penataan lingkungan kawasan ziarah, tetapi sebagai upaya kita bersama untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik kepada para peziarah, menjaga nilai sejarah dan religius kawasan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Andra.
Andra menegaskan, revitalisasi membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah Provinsi Banten akan berperan dalam penataan infrastruktur, sementara masyarakat, ulama, pengelola, dan pelaku usaha diharapkan turut menjaga kawasan serta mendukung keberlanjutan pengembangannya.
Penulis : Mardiah

