Damar Banten – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan kembali meningkat. Hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan mencapai 518 titik pada 19 Agustus 2026.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, Kalimantan Barat mencatat 259 hotspot, Kalimantan Tengah 242 titik dan Kalimantan Selatan 17 titik.
Jumlah tersebut melonjak lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 109 hotspot di tiga provinsi tersebut.
Meski demikian, Kementerian Kehutanan mengingatkan hotspot tidak otomatis menunjukkan jumlah kejadian kebakaran. Setiap titik tetap perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan untuk memastikan lokasi, penyebab dan luas area yang terbakar.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah memperkuat operasi terpadu dengan mengerahkan sedikitnya 12.880 personel gabungan di tiga provinsi prioritas.
Personel tersebut terdiri atas Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan dan masyarakat.
Petugas melakukan patroli, pemeriksaan lapangan, pemadaman, penyekatan, pembasahan hingga pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.
Pemerintah juga memperkuat sarana pemadaman, termasuk pompa, kendaraan operasional, sumur bor dan berbagai peralatan pendukung.
Selain penanganan di lapangan, pemerintah terus mendalami penyebab kebakaran. Jika ditemukan unsur kesengajaan, kelalaian atau pelanggaran kewajiban pengendalian karhutla, penegakan hukum akan dilakukan sesuai ketentuan.
Penulis : Mardiah
(Sumber: kehutanan.go.id)

