By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Kabut Asap Makin Pekat, Armada Water Bombing Dikerahkan ke Kalimantan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Utama

Kabut Asap Makin Pekat, Armada Water Bombing Dikerahkan ke Kalimantan

Last updated: Agustus 21, 2026 9:01 am
16 jam ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak hanya menghadapi persoalan titik api. Kabut asap yang muncul di sejumlah wilayah juga sempat mengganggu jarak pandang dan menjadi tantangan bagi operasi pemadaman dari udara.

Data BMKG pada 19 Agustus 2026 mencatat jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak sekitar 1,2 kilometer. Di Palangka Raya sekitar 3 kilometer, sedangkan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, jarak pandang sempat turun hingga sekitar 400 meter.

Kondisi tersebut mulai menunjukkan perbaikan pada 20 Agustus. Jarak pandang di Bandara Supadio tercatat sekitar 4 kilometer, sementara di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mencapai sekitar 6 kilometer.

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan karena sebaran asap dapat berubah mengikuti arah angin, kelembapan dan kondisi atmosfer.

Untuk memperkuat penanganan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB terkait penambahan armada udara untuk operasi water bombing di Kalimantan Tengah.

Armada yang digunakan meliputi helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing dan helikopter water bombing. Dukungan udara diprioritaskan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Namun, operasi udara tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Jarak pandang dan kondisi asap menjadi pertimbangan penting demi keselamatan penerbangan.

Pemerintah juga terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Di Kalimantan Barat, OMC telah dilakukan pada 13-17 Agustus dengan sembilan sorti penerbangan, sedangkan di Kalimantan Tengah telah dilakukan dalam dua periode dengan total 13 sorti.

Meski demikian, OMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis. Karena itu, pemadaman darat, patroli dan pendinginan tetap menjadi bagian utama penanganan karhutla.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta segera melaporkan titik api atau kepulan asap kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti.

Penulis : Mardiah

(Sumber: kehutanan.go.id)

You Might Also Like

Hotspot Karhutla Kalimantan Tembus 518 Titik, 12.880 Personel Dikerahkan
Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik Capai 77,89
Dapur Umum Kemensos Produksi 4.100 Nasi Bungkus per Hari untuk Korban Gempa NTT
Pascagempa NTT, Pemerintah Segera Bentuk Posko Terpadu
Prabowo Beberkan 10 Langkah Besar Transformasi Indonesia
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Menkeu Luncurkan Becak Listrik, Yogyakarta Jadi Percontohan Pemberdayaan Berbasis Teknologi

1 bulan ago

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih

2 bulan ago

Magang Nasional Angkatan Ke-2 Resmi Dibuka! Peluang Kerja untuk Fresh Graduate

2 bulan ago

Prabowo Dorong Himbara Jadi Motor Ekonomi, Kelola Aset Rp1.100 Triliun

2 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?