Kejar Mimpi Kolaborasi Dengan Yatim Mandiri Dan LPPM Universitas Faletehan Layani Kesehatan Masyarakat Cimuli Hilir

Lebak, Banten – Sekitar 80 masyarakat Cimuli Hilir medical check up dari kolaborasi Kejar Mimpi, Yatim Mandiri dan Tim Pengabdian LPPM Universitas Faletehan di Masjid Al-Barokah, Dusun Cimuli Hilir, Kabupaten Lebak. Selasa, (19/7).

Medical check up dibuka dengan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari tim Yatim Mandiri dan LPPM Universitas Falatehan, kemudian dilanjutkan dengan pembagian sejumlah bingkisan kepada masyarakat.

Bidan Desa Mekarmanik, Aditya Pratiwi menyebutkan bahwa terdapat sejumlah penyakit yang umum diidap masyarakat seperti hipertensi dan diabetes. Dokter dari LPPM Universitas Falatehan, menerangkan mayoritas pengidap hipertensi disebabkan oleh pola hidup dan pola makan masyarakat yang tidak teratur.

“Tadi itu kebanyakan malah hipertensi, ada kemungkinan karena pola makan mereka ya, bukan dari keturunan atau apa, tapi mungkin pola makan mereka.” tegas Aditya.

Menurutnya, selain jauhnya tempat pelayanan kesehatan, kendala lain yang dialami masyarakat dalam mengontrol kesehatannya adalah kurangnya edukasi mengenai kesehatan kepada masyarakat.

“Pertama pengetahuan tentang kesehatan, kaya tadi PHBS begitu ya, kan kurang. Kan kita harunya pencegahan dahulu sebelum mengobati.” terangnya.

Lebih jauh lagi, pelaksanaan program ini sangat membantu masyarakat dalam mengontrol kesehatan dan mengedukasi mereka. Mulai dari kalangan anak-anak, ibu-ibu, hingga para lansia mengikuti program kolaborasi ini dengan antusias dan partisipatif.

Sementara itu, Jamal. Warga Dusun Cimuli Hilir mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan bantuan kesehatan di tempat tinggalnya.

“Saya ngga bosen-bosen, berterimakasih banyak atas kunjungan, bisa membantu masyarakat kecil, tempat tinggalnya kami.” Ucapnya.

Adapun dalam pelaksanaannya, Branch Manager Yatim Mandiri Banten, Nurdin menjelaskan bahwa program semacam ini perlu diadakan secara kolaboratif.

“Agenda-agenda seperti ini perlu kolaborasi, apalagi masyarakat pedalaman yang kurang mendapatkan fasilitas kesehatan.” Sebutnya.

Lebih lanjut, pihak Kejar Mimpi Mengabdi menuturkan, bahwa program kolaborasi ini diadakan pada awalnya karena adanya temuan dari hasil survei tim KMTS bahwa pola hidup bersih belum diterapkan, dan lebih jauh lagi masyarakat jarang sekali mendapatkan cek kesehatan.

Penulis : Awal/Hamidah

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini