Strategi Moving Out Of Mustahik (MOOM) pada Gerakan Cinta Zakat (2)

Baca sebelumnya : Gerakan Cinta Zakat sebagai Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (1)

Presiden meluncurkan secara resmi Gerakan Cinta Zakat pada Kamis, 15 April 2021. Gerakan ini  mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan zakat, infak, dan sedekah. Selain itu juga untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran, betul-betul sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Gerakan Cinta Zakat ini sejalan dengan program pemerintah yang memiliki kerja yang sangat besar untuk mengentaskan kemiskinan, menangani musibah dan bencana, serta menuntaskan program-program SDGs (Suistainable Development Goals atau pembangunan berkelanjutan),” ungkapnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden mengimbau seluruh pejabat negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, hingga kepala daerah di seluruh Tanah Air untuk turut menunaikan zakat melalui amil zakat resmi untuk membantu mewujudkan kesejahteraan dan juga memberikan keberkahan kepada semua.

Menurut Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan; Gerakan ini merupakan bentuk memobilisasi seluruh kekuatan stakeholder, ada lagi kita mendesain zakat untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) bagaimana teman-teman yang mendapatkan gaji dari APBN itu juga mengeluarkan kewajibannya untuk mustahik-mustahik.

“Kalau semisal TNI POLRI dan para Pejabat ASN mengeluarkan 2,5 % itu potensi kita satu tahun zakat ASN saja sekitar 14 triliun, kalau 14 triliun ini zakat mal/profesi saja  maka zakat secara nasional potensi nya sekitar 327 triliun  kalau ini bisa maksimal tidak ada lagi kemiskinan.” Ucap Saidah saat wawancara ekslusif.

Strategi yang dilakukan dalam Gerakan Cinta Zakat tersebut juga unik, karena memberdayakan mustahik sampai menjadi muzaki. Strategi tersbeut adalah dengan MOOM (Moving Out Of Mustahik), hal ini merupakan cara pendampingan untuk sebagian mustahik yang berpotensi menjadi muzaki begitu seterusnya dan seterusnya. Langkah konkritnya adalah dengan program Baznas Mustahik Pengusaha, warung Zmart, Zchicken dan masih banyak lagi program untuk memutarkan kembali keuntungan yang didapat sebagai penghasilan dan sebagai harta yang di zakatkan kepada mustahik baru.

“Cara mendampingi nya dengan strategi MOOM: Moving Out of Mustahik, bagaimana seluruh pemberdayaan kita itu mentransformasi dari mustahik kemudian menjadi muzaki, nah itu keberhasilan dalam pemberdayaan ekonomi kita disitu.” ujar Saidah.

Hal ini merupakan salah satu langkah pemberdayaan ekonomi paling konkrit Baznas yang didulang keberhasilannya oleh berbagai pihak. Karena telah terbuktinya binaan masyarakat kecil menengah untuk bertransformasi menjadi muzaki. Hal-hal ini menjadi perhatian para stake holder dalam mendukung setiap kebijakan yang diadakan oleh Baznas RI setiap tahunnya. Setiap tahun selalu ada program gebrakan yang dicanangkan oleh Baznas untuk meminimalisir kemiskinan yang ada di Indonesia.

Selain itu, Baznas juga ada program yang sifatnya Emergency kita memfasilitasi dengan berbagai kebutuhan seperti kelaparan, bencana dan program-program darurat lainnya.

Hari ini, telah berlangsung genap 17 hari Gerakan Cinta Baznas dan reponnya sangat baik dari kementerian-kementerian. Mereka berhasil memobilisasi zakatnya ke Baznas dan sudah menghimpun serta mendistribusikan beras hampir 10 M ke daerah-daerah yang tingkat kemiskinannya tinggi.

“Sisi penghimpunan stau sisi kita mendistribusikan jadi hari ini bulan ini kita mendistribusi beras hampir 2 M ke daerah-daerah yang tingkat kemiskinannya tinggi termasuk Banten karena Banten sejauh ini dari sisi kuantiti masih banyak mustahiknya di data kita.” terang Saidah.

Baca selanjutnya:Banten Daerah Penyaluran Zakat (3)

BERITA TERKAIT

2 KOMENTAR

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini

%d blogger menyukai ini: