Viral Jembatan Pelangi, Begini Ceritanya

Damar Banten – Wisata Mangrove Jembatan Pelangi di Banten menjadi satu diantara sekian destinasi favorit warga saat hari libur. Tempat wisata yang berada di Kampung Brangbang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten ini tak hanya sekadar lokasi rekreasi, tapi juga tempat edukasi penanaman dan pembibitan mangrove bagi masyarakat sekitar dan pengunjung.

Menjelang memasuki kawasan wisata mangrove, pengunjung disuguhi pemandangan tambak, dan hutan mangrove. Pantauan DamarBanten.com Sabtu, (18/09/2021), jam 15:00, pengunjung terus berdatangan untuk menikmati keindahan alam disekitar wisata jembatan yang dicat berwarna-warni menyerupai pelangi. Jembatan sepanjang sekitar 11 meter ini seolah membelah hutan mangrove sehingga menimbulkan sensasi seperti masuk lorong.

Pengaruh Pandemi

Penjaga loket tiket masuk, Satibi mengatakan, pada saat pandemi pun, jembatan ini selalu ramai dikunjungi, meski jumlahnya tak seramai pada saat awal dibuka.

“Ya rame aja setiap harinya apalagi kalau hari Sabtu dan Minggu pasti ramai banget,” katanya, saat ditemui di loket pembelian tiket.

Dikatakan, pengunjung cukup membayar tiket seharga Rp 5.000 per orang, Sementara bagi yang membawa kendaraan roda dua dikenakan biaya parkir Rp 5.000 dan kendaraan roda empat (Rp 10.000).

Lokasi wisata, yang buka mulai dari pukul 08.00- 17.00 WIB, ini langsung berhadapan dengan laut. Di dalamnya terdapat fasilitas bangunan menara setinggi 10 meter. Dari sini, pengunjung bisa menikmati keindahan hutan mangrove dan laut. Ada pula tiga gazebo, terbuat dari kayu dan bambu, sebagai  tempat beristirahat bagi para wisatawan.

Inisiasi Bersama

Kepada Damarbanten, pemuda satu ini mengemukakan, destinasi wisata tersebut dulunya berupa daratan yang  semakin hari, semakin terkikis abrasi. Hingga akhirnya, masyarakat sekitar yang peduli lingkungan, beramai-ramai menanaminya dengan pohon bakau.

“Wisata jembatan pelangi ini merupakan hasil inisiasi bersama. Saya beserta masyarakat dan pemuda mebuat jembatan ini, dengan harapan bisa menjadi destinasi wisata Desa Lontar,” ujar Rofin, salah seorang inisiator Jembatan Pelangi

Lebih lanjut, pemuda satu ini menjelaskan, kawasan ini dulunya dipenuhi tambak semuanya. Namun, habis terkikis abrasi laut., dan700 meter daratan pun terkikis habis. Lalu, sebagai tindak penyelamatan, dari tahun 2013 hingga 2018, saya dan warga menanam mangrove. Kegiatan itu, pada tahun 2014, mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang dan PLN. Lalu, jadilah obyek wisata seperti sekarang ini. Tak urung, warga pun gembira. Langkah konservasi ini juga memberikan manfaat ekonomi. Patut ditiru.

Penulis: Iqbal

.

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini