By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Strategi Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Plastik bagi UMKM
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Utamawirausaha

Strategi Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Plastik bagi UMKM

Last updated: April 13, 2026 8:10 am
3 bulan ago
Share
2 Min Read
Menteri Maman di Jakarta, Kamis, 9 April 2026. (Foto :umkm.go.id)
SHARE

Damar Banten – Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak kenaikan harga plastik yang menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor makanan dan minuman.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan langkah jangka pendek dilakukan dengan membuka alternatif pasokan bahan baku dari wilayah yang lebih stabil seperti Afrika, India, dan Amerika, guna menjaga ketersediaan di dalam negeri.
“Proses administrasi sedang disiapkan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong strategi jangka panjang melalui pengembangan bahan baku alternatif berbasis sumber daya lokal, seperti bambu, rumput laut, dan singkong sebagai bioplastik.
“Ini bukan hanya solusi krisis pasokan, tetapi juga peluang membangun industri hijau berbasis potensi lokal,” tambahnya sebagaimana dilansir laman umkm.go.id

Pemerintah turut menyiapkan kebijakan pendukung, antara lain subsidi penggunaan bioplastik, penguatan rumah kemasan bersama, serta pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan.

Langkah ini diambil menyusul terganggunya pasokan bahan baku plastik yaitu nafta akibat konflik geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga dan penurunan kapasitas produksi.

Indonesia sendiri masih bergantung pada impor bahan baku plastik hingga 55 persen. Di sisi lain, industri kemasan plastik dalam negeri mendominasi pasar hingga 67,61 persen pada 2025, dengan sektor makanan sebagai kontributor terbesar.

Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM semakin terdampak, dengan laporan penurunan omzet hingga 50 persen akibat kenaikan harga plastik di tingkat eceran.

Penulis : Mardiah

You Might Also Like

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih
Magang Nasional Angkatan Ke-2 Resmi Dibuka! Peluang Kerja untuk Fresh Graduate
Prabowo Dorong Himbara Jadi Motor Ekonomi, Kelola Aset Rp1.100 Triliun
Ratusan Perusahaan Sawit Masih Diawasi, Harga TBS Berangsur Pulih
Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Perkuat Infrastruktur Pertanian hingga Papua
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina

4 minggu ago

krisis air bersih di gili meno, warga tuntut pipa bawah laut

2 bulan ago

Presiden Prabowo Serahkan Rafale dan Alutsista Strategis untuk Perkuat TNI AU

2 bulan ago

Hardiknas 2026, JMSI Dorong Peran Media Siber dalam Literasi Pendidikan

2 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?