Damar Banten – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menargetkan lahirnya desa-desa ekspor melalui Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (Sehati) yang resmi dimulai di Kabupaten Serang, Selasa (30/06/2026).
Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, mengatakan Program Sehati merupakan kolaborasi Kemendes PDT dengan World Bank yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui hilirisasi.
“Jadi tidak menutup kemungkinan program Sehati ini bisa juga melahirkan desa-desa ekspor dan hilirisasi produk desa. Oleh karena itu, kami juga akan melakukan pemberdayaan, terutama kami punya program pemuda-pemudi pelopor desa, maka kami memilih Banten menjadi agenda pertama dari Program Sehati ini,” ujarnya usai membuka Kick Off Program Sehati di Swiss-Belinn Modern Cikande.
Menurut Yandri, program tersebut melibatkan delapan unsur atau oktahelix, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, BRIN, dunia usaha, hingga World Bank. Kolaborasi itu diharapkan mampu mengembangkan potensi desa, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Selain mendorong hilirisasi produk desa, Program Sehati juga diarahkan mendukung swasembada pangan, pengelolaan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa bebas sampah dan peningkatan kapasitas pemuda desa.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyambut baik pelaksanaan Program Sehati di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi 326 desa di Kabupaten Serang.
“Kedaulatan pangan tidak bisa berdiri sendiri, namun perlu kolaborasi berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, desa, maupun masyarakat setempat,” katanya.
Ratu Zakiyah meyakini pendampingan dari BRIN dan seluruh pemangku kepentingan akan membantu desa memetakan potensi unggulan sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli desa sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Penulis : Mardiah

