Damar Banten – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas mengajak masyarakat Kampung Kosambi, Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas untuk mempertahankan kawasan sentra gerabah dengan tidak menjual tanah di sekitarnya kepada pihak luar. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan sumber bahan baku sekaligus aset penting bagi keberlangsungan para pengrajin. (30/06/2026).
Saat mengunjungi sentra gerabah Kampung Kosambi, Najib menegaskan masyarakat sebaiknya menjual hasil karya gerabah yang memiliki nilai ekonomi, bukan tanah atau bahan baku yang menjadi penopang usaha para pengrajin.
“Kalau mau menjual hasil dari daerah ini, jual produknya, bukan tanahnya. Tanah ini adalah sumber kehidupan para pengrajin yang harus kita jaga bersama,” ujar Najib.
Dorong Perlindungan Produk Gerabah
Selain menjaga keberadaan sentra gerabah, Najib juga mendorong adanya perlindungan hukum melalui hak kekayaan intelektual atau hak paten agar gerabah khas Kampung Kosambi tidak diklaim daerah lain.
“Kami ingin gerabah menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Serang yang dikenal sampai tingkat nasional bahkan mancanegara. Dengan begitu, Kabupaten Serang semakin dikenal sebagai sentra penghasil gerabah,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengapresiasi konsistensi para pengrajin yang terus memproduksi dan memasarkan gerabah sebagai produk unggulan daerah.
“Aktivitas para pengrajin ini sudah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Camat Ciruas, Yuli Saputra, mengajak para pengrajin terus berinovasi menciptakan model dan desain gerabah agar semakin diminati masyarakat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Terus berinovasi supaya produk gerabah Kampung Kosambi semakin menarik dan daya saingnya semakin kuat,” katanya.
Sementara itu, pengrajin gerabah Aspuri berharap Pemerintah Kabupaten Serang membantu penyediaan bahan baku tanah liat berkualitas serta memberikan akses permodalan tanpa agunan.
“Kalau bahan bakunya bagus dan ada dukungan modal, kami bisa meningkatkan kualitas sekaligus menambah kapasitas produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui sinergi pemerintah dan masyarakat, sentra gerabah Kampung Kosambi diharapkan terus berkembang sebagai ikon industri kreatif Kabupaten Serang sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Penulis: Ayu Lestari

