Damar Banten – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo memastikan pelebaran empat lajur Ruas Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak (SBM) segera direalisasikan. Proyek tersebut ditargetkan mampu mengurai kemacetan di jalur sepanjang hampir 32 kilometer yang menjadi akses utama kawasan industri.
Kepastian itu disampaikan Dody Hanggodo saat meninjau langsung kondisi Jalan SBM bersama Andra Soni dan Muhammad Najib Hamas.
Menurut Dody, pemerintah saat ini telah menyiapkan langkah awal pelebaran jalan. Sementara itu, Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan empat lajur telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten.
“Kita tinggal mencari sumber pendanaannya. Untuk pembebasan lahan akan dibantu Pak Wakil Bupati Najib Hamas dan Pak Gubernur Andra Soni,” kata Dody.
Ia menegaskan, pelebaran jalan diprioritaskan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh tingginya lalu lintas kendaraan industri.
“Kita tetap mengutamakan masyarakat. Anak sekolah, warga yang ke rumah sakit, dan pengguna jalan lainnya harus tetap bisa melintas dengan aman,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, pemerintah baru dapat memanfaatkan lahan sempadan jalan sehingga pelebaran tahap awal dilakukan masing-masing satu meter di sisi kanan dan kiri.
“Sementara lahan yang tersedia hanya sempadan jalan. Jadi kita lebarkan satu meter di kiri dan satu meter di kanan, sehingga total lebarnya menjadi 11 meter,” jelasnya.
Pelebaran tahap awal tersebut menjadi solusi sementara sambil menunggu proses penyediaan lahan untuk pembangunan empat lajur secara penuh. Pemerintah juga akan menyiapkan skema pendanaan agar proyek dapat segera direalisasikan.
DED Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Jalan SBM merupakan jalan nasional yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena tidak lagi sesuai dengan kebutuhan kawasan industri.
“Beberapa kali kami menyampaikan usulan dan keluhan masyarakat. Jalan ini memang sudah tidak standar untuk kawasan industri yang terus berkembang,” katanya.
Menurut Andra, pelebaran jalan harus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.
“Alhamdulillah direspons Pak Menteri. Hari ini beliau langsung turun ke lapangan bersama jajarannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten telah menganggarkan penyusunan DED pada tahun ini sebagai dasar pembangunan empat lajur.
“Melalui DED nanti akan diketahui kebutuhan lahannya dan biaya pembangunannya. Insyaallah selesai akhir tahun ini,” ucapnya.
Penyusunan DED akan menjadi acuan dalam menentukan kebutuhan pembebasan lahan sekaligus estimasi biaya pembangunan sebelum proyek fisik dimulai.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menilai pelebaran Jalan SBM beserta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan kebutuhan yang sudah lama dinantikan masyarakat.
“Ini jalur yang sangat penting. Pelebaran jalan dan PJU menjadi kebutuhan mendesak yang ditunggu masyarakat maupun dunia industri,” katanya.
Najib menambahkan, Jalan SBM setiap hari dilalui kendaraan industri, kendaraan umum, pelajar, masyarakat, hingga ambulans menuju fasilitas kesehatan sehingga kondisi lalu lintas saat ini cukup rawan.
“Nanti setelah DED selesai, kita akan berdiskusi dengan dinas terkait. Termasuk PJU menjadi satu kesatuan dalam pembangunan jalan ini,” pungkasnya.
Ruas Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak selama ini menjadi jalur utama menuju kawasan industri, pelabuhan, permukiman, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan. Dengan pelebaran jalan menjadi empat lajur, diharapkan kemacetan dapat berkurang, keselamatan pengguna jalan meningkat, serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan dunia industri.
Penulis: Ayu Lestari

