By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Akses Literasi Desa Terancam, HMI MPO Serang Sebut Pemangkasan Anggaran Perpusnas Sebagai “Kejahatan Intelektual”
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
opini

Akses Literasi Desa Terancam, HMI MPO Serang Sebut Pemangkasan Anggaran Perpusnas Sebagai “Kejahatan Intelektual”

Last updated: Juli 26, 2026 10:22 am
7 jam ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – HMI MPO Cabang Serang mengkritik keras kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Tahun 2026 dari Rp721 miliar menjadi Rp377,9 miliar. Organisasi mahasiswa itu menilai kebijakan tersebut berpotensi menghambat pemerataan akses literasi, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Kader HMI MPO Cabang Serang, Ahlan, menyebut pemangkasan anggaran tersebut berdampak pada dihentikannya program bantuan 1.000 buku untuk desa serta penghapusan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bagi pembangunan infrastruktur perpustakaan di daerah.

“Bagaimana bisa pemerintah menggaungkan peningkatan SDM jika akses pengetahuan ke pelosok justru disumbat? Memangkas anggaran literasi dan menyetop distribusi buku ke desa-desa adalah kejahatan intelektual secara sistematis,” ujar Ahlan dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, kebijakan itu bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang mewajibkan pemerintah menjamin layanan perpustakaan secara merata kepada masyarakat.

Ahlan menilai daerah seperti Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak menjadi wilayah yang paling rentan terdampak karena tingkat literasinya masih memerlukan penguatan. Ia khawatir penghentian distribusi buku akan membuat perpustakaan desa dan ruang baca masyarakat kehilangan sumber bacaan baru.

Karena itu, HMI MPO Cabang Serang mendesak Pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah kabupaten/kota di Banten segera mengambil langkah melalui penguatan anggaran daerah agar program literasi tetap berjalan dan akses masyarakat terhadap bahan bacaan tidak terhenti.

Penulis : Mardiah

You Might Also Like

“1920 Yang Besar, Tetap Dipanggil Santri”
Di Balik Perjamuan Kuasa: Dekonstruksi Politik dalam Narasi Ulang Tahun Mayor Teddy
MENCEGAH FITNAH ULTAH MAYOR TEDDY
Di Balik Layar Demokrasi: Menatap Kerja Senyap KPU Pasca-Pesta Rakyat
22 Tahun Penantian Berakhir: UU Perlindungan PRT Disahkan, Negara Hadir untuk Pekerja Domestik
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Niat Kuat dan Integrasi Sistem yang Harmonis: Nafas Pergerakan Muhammadiyah

3 bulan ago

Ironi Dibalik Koin: Menakar Visi “Kota Madani” di Tengah Gurita Gepeng Serang

3 bulan ago

Kritik Kebijakan Dinsos Kota Serang, kader HMI MPO Serang Soroti Penanganan PMKS

3 bulan ago

Jangan Bangun Ekspektasi Semu: Menakar Ulang Wacana Gaji Guru Nasional

3 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?