Damar Banten – Anggota DPRD Kota Serang dari Fraksi Partai Gerindra, Khoeri Mubarok, mendorong peningkatan perhatian terhadap pendidikan nonformal, khususnya fasilitas dan sarana pendukung di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Hal tersebut disampaikan Khoeri saat menghadiri kegiatan pembinaan kesiswaan dan kepemimpinan di Aula PKBM Al-Aziziyah, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Minggu (20/9/2026).
Menurut Khoeri, keberadaan PKBM memberikan manfaat bagi masyarakat karena menawarkan fleksibilitas dari sisi waktu dan tempat belajar. Hal tersebut dinilai relevan bagi Warga Belajar yang memiliki aktivitas lain, termasuk mereka yang berasal dari lingkungan pesantren salafi.
“Kebetulan di PKBM Al-Aziziyah ini mayoritas peserta didiknya dari pesantren salafi. Jadi secara efektif waktu dan tempat ini sangat bermanfaat. Mudah-mudahan ke depan nanti kita dorong terkait perbaikan fasilitas,” ujar Khoeri.
Ia menilai jumlah Warga Belajar yang mencapai sekitar 200 orang menunjukkan bahwa PKBM memiliki peran penting dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat.
Menurutnya, jumlah tersebut membutuhkan perhatian terhadap ketersediaan sarana dan prasarana agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

“Kalau standarisasi hari ini yang saya temui, rata-rata muridnya di angka 200 murid. Berarti ini perlu perhatian yang sangat serius. Standarnya sudah seperti SMP atau SMA swasta,” katanya.
Khoeri juga menyampaikan apresiasi kepada para pengelola PKBM di Kota Serang yang terus memberikan akses pendidikan nonformal bagi masyarakat.
Ia berharap para penggiat PKBM dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan pendidikan nonformal.
Dalam kegiatan tersebut, Khoeri juga memberikan materi dan motivasi kepada Warga Belajar mengenai peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, khususnya melalui sektor ketahanan pangan.
Ia mendorong Warga Belajar untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga melihat sektor pertanian sebagai peluang untuk membangun usaha.
“Saya mendorong teman-teman peserta didik di PKBM Al-Aziziyah untuk memperhatikan sektor pertanian. Bahkan saya mengajak teman-teman, kalau lulus harus menjadi petani yang sukses,” ungkapnya.
Khoeri menilai sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan dapat menjadi salah satu bidang yang dikembangkan oleh generasi muda.
Terkait dukungan pemerintah terhadap pendidikan nonformal, Khoeri mengatakan pihaknya akan terus mendorong perhatian terhadap PKBM, termasuk kebutuhan infrastruktur dan fasilitas pembelajaran.
Ia juga menyinggung adanya pembahasan mengenai dukungan terhadap PKBM dalam APBD 2027. Menurutnya, kebutuhan pendidikan nonformal perlu terus dibahas secara berjenjang agar program yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kalau saya lihat di APBD 2027 ini kan ada juga bantuan terkait PKBM. Ini kita harus tanya dari nasional dulu. Sektor nonformal ini ke depan menjadi prioritas pemerintah juga,” ujarnya.
Khoeri juga mengaitkan perkembangan pendidikan nonformal dengan berbagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, termasuk program pendidikan gratis. Ia mengatakan dukungan terhadap PKBM perlu disertai dengan peningkatan infrastruktur agar akses pendidikan dapat semakin luas dan berkualitas.
“Nanti kita dorong, kita diskusi apa saja yang menjadi kebutuhan, gambaran umumnya seperti apa. Karena pendidikan kan hal yang paling prioritas,” pungkasnya.
Penulis : Owi


