Damar Banten – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya pendidikan madrasah diniyah takmiliyah (MDT) dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, beriman, dan mencintai Al-Qur’an.
Hal tersebut disampaikan Dimyati saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Universitas La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (1/11/2026).
Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan Porsadin yang menjadi wadah pengembangan bakat, kompetisi, sekaligus mempererat silaturahmi antarsantri.
“Saya menyambut baik Porsadin ini. Perbanyak festival lomba seperti ini agar anak-anak kita sehat dan cerdas,” ujarnya.
Menurutnya, madrasah diniyah dan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mendidik santri agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang bersih dan akhlak yang baik.
Ia juga mendorong setiap kabupaten dan kota memiliki madrasah diniyah yang memadai agar anak-anak mendapatkan pendidikan agama, termasuk kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Sementara itu, Ketua DPW Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Banten, Muhsinin, menyebut jumlah guru MDT di Banten merupakan terbanyak kedua di Indonesia.

“Di Kabupaten Serang saja terdapat lebih dari lima ribu guru, belum termasuk ribuan lainnya yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Banten. Melalui madrasah diniyah takmiliyah, kita berupaya membentuk generasi yang Qurani,” ujarnya.
Porsadin VII Banten 2026 diikuti 202 peserta yang berkompetisi dalam 14 cabang lomba, mulai dari tahfiz Juz Amma, MTQ, pidato bahasa Arab dan Indonesia, kaligrafi, hingga cabang olahraga seperti lari sprint, bulu tangkis, dan tenis meja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi santri yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Editor : Owi

