Damar Banten – Pemerintah Provinsi Banten mendorong kolaborasi lintas sektor dan penguatan ekonomi desa untuk mempercepat penurunan angka stunting. Penanganan stunting dinilai tidak cukup hanya melalui program kesehatan, tetapi juga harus menyentuh persoalan ekonomi keluarga dan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah usai Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (3/11/2026).
Dimyati mengatakan, penanganan stunting harus dimulai dari keluarga melalui penguatan posyandu dan pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Upaya tersebut perlu didukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, program Koperasi Desa Merah Putih dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat menjadi penggerak ekonomi keluarga. Pemprov Banten juga tengah merancang peningkatan Bantuan Keuangan Desa pada 2027.
“Desa itu membangun keluarga, keluarga membangun generasi, dan generasi membangun masa depan. Karena itu, pembangunan desa harus menjadi perhatian bersama,” ujar Dimyati.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, dari 20 indikator percepatan penurunan stunting, hanya sembilan indikator atau sekitar 30 persen yang menjadi ranah kesehatan. Sementara 70 persen lainnya merupakan intervensi lintas sektor, seperti pekerjaan umum, ketahanan pangan, keluarga berencana, dan sanitasi lingkungan.
Ia menyebutkan, prevalensi stunting di Banten berdasarkan data 2024 berada di angka 21,1 persen. Saat ini, pemerintah masih menunggu hasil pengukuran nasional terbaru untuk 2025 dan 2026.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja di desa turut memengaruhi persoalan stunting.
“Kalau ada kegiatan ekonomi di desa, masyarakat bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Kemiskinan bisa ditekan, stunting juga bisa kita tekan,” tegas Yandri.
Ia mencontohkan keberhasilan desa ekspor di Kabupaten Pandeglang yang produknya telah menembus pasar global. Yandri juga mendorong pemanfaatan dana desa untuk mendukung pencegahan stunting melalui program terpadu antara pemerintah pusat, daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Editor : Owi

