Indahnya Perjalanan Ke Salakanegara

Salakanegara. Artinya, negara perak. Apakah Salakanegara kerajaan tertua di nusantara? Tunggu dulu. Masih jadi perdebatan dan keraguan akademis. Selain Salakanegara, ada Kerajaan Kandis di Riau dan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur yang ditengarai sebagai kerajaan awal abad masehi.

Dimana Salakanegara?  Ini perdebatan tersendiri lagi. Tapi, jika kita ke Kabupaten Pandeglang, dan menyusuri kawasan Mandalawangi, ditemukan situs  berupa lingga. Temuan ini menandai adanya kekuasaan Salakanegara. Apakah disitu kerajaaan ?  Belum ada jawaban pasti. Menurut sumber lain, apabila kita ke daerah Munjul, ditemukan batu prasasti bertulisan aksara pallawa. Batu itu berada di tepi sungai Cibanten.

Peninggalan situs Salakanegara terletak dusun  di Gunung Pulosari, Cihunjuran, Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Dari kota Pandeglang sekitar   17 km. Terletak di ketinggian 700 diatas permukaan laut (DPL). Peninggalan itu berupa lingga, sebuah batu tua yang terbentuk dan sebagai petanda. Selain lingga ada juga sumber air berupa kolam yang disebut pemandian Angling Darma. Dan yang lebih menarik di lokasi itu terdapat “petilasan” Mbah Jangkung.

Setiap hari lokasi itu diramaikan pengunjung, terlebih pada hari sabtu dan minggu. Untuk mencapai lokasi tidak terlalu sulit. Dari Kota Pandeglang cukup ditempuh selama 30 menit menggunakan kendaraan. Juga ada kendaraan umum.

Memang, untuk menuju ke Salakanegara tidak ada petunjuk. Apabila naik kendaraan sendiri harus bertanya atau mengunakan google-map. Mobil harus parkir di tempat yang telah disediakan. Untuk menuju ke lokasi ditempuh dengan berjalan kaki. Sekitar 500 meter. Karena jalan untuk ke lokasi hanya selebar satu meter setengah. Kalo naik kendaraan roda dua memang bisa. Hanya saja agak mengganggu pejalan kaki yang lain. Di sini, anda akan dimanjakan pemandangan sawah dan pepohonan nan menghijau. Sembari menyisir parit, Anda akan menemui sebuah kolam alam. Berhentilah sebentar, dan berenang kesana kemari. Tak jarang, pengunjung menebar makanan ikan, dan koi pun datang mendekat. Cukup asyik melihatnya.

Kami datang sudah siang. Namun, hawanya tetap sejuk karena lokasinya berada di daerah dataran relatif tingg.. Menuju ke sana juga disuguhi oleh pemandangan sawah yang hijau membentang. Melalui jalan pematang yang telah dibeton, selain sawah, kita juga bisa menikmati aliran air yang jernih. Ini lah desa hijau salakanagara.

Setelah berjalan lima menit, sebelum masuk ke lokasi melalui pintu tiket, terhampar kolam ikan mas yang telah menjadi “babon”. Panjangnya ada satu meter lebih. Tidak jauh dari loket masuk pada hari libur akan dipenuhi oleh pengunjung dari segala usia. Tentu saja tujuannya macam macam.

Pengunjung ke peziarahan mbah Jangkung cukup melimpah, dan tidak jarang bergantian untuk masuk ke gedung peziarahan yang sederhana itu. Di sebelah peziarahan terdapat kolam pemandian. Mereka yang memiliki keyakinan air itu sebagai energi untuk kehidupan akan terjun ke kolam itu. Airnya tentu saja jernih karena berasal dari pegunungan Pulo Sari di atasnya.

Bagi anak anak dan remaja tersedia kolam pemandian dengan air yang jernih menyegarkan.

Melangkahkan kaki ke Cihunjuran tidak akan kehilangan waktu karena begitu sampai di lokasi akan menyegarkan jiwa raga. Silahkan mampir.

Penulis: Wally

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini