Kombats Gerakkan Bentang 1000 Spanduk, Desak BBWSC3 Hentikan Pembangunan Intake

Damar Banten – Komunitas Masyarakat Bantaran Sungai (KOMBAT’S) kembali melakukan aksi bentang 1000 Spanduk di seluruh wilayah Serang Utara. Hal itu merupakan aksi protes yang dilakukan oleh kombats, menuntut pembangunan intake yang berlokasi di Desa Puser Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang – Banten agar segera dihentikan dan melanjutkan pembangunan normalisasi. Kamis (08/072021).


“Normalisasi akan kita dukung, tapi dengan intake kami akan tetap menolak,” ujar Amrin Fasa, perwakilan dari KOMBATS, melauli pesan WhatsApp, Kamis (8/7).


Pihaknya akan terus melakukan pergerakan untuk tetap menolak pembangunan intake/sodetan, karena sumber air yang diambil berasal dari sungai ciujung baru yg tercemar limbah industri.


“pencemaran limbah di sungai ciujung baru telah menyebabkan hancurnya hak eknomi sosial dan budaya masyaakat serang utara. polemik ini sudah brlangsung sejak tahun 90an dan sampai sekarang belum terpecahkan,” Katanya.

Ia menambahkan bahwa, jika pembangunan intake/sodetan terus dipaksakan maka akan memperluas pencemaran dan dampak negatifnya juga akan semakin luas.


Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Ciujung Institut, Ridho, bahwa pihaknya akan terus melakukan gerakan penolakan pembangunan intake/sodetan, meski dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Maka pihaknya melakukan aksi dalam bentuk membentangkan spanduk penolakan Pembangunan intake/sodetan diseluruh penjuru wilayah Serang Utara, terkhusus di wilayah sekitar bantaran sungai.


“Karena aksi demonstrasi tidak diperbolehkan, maka perlawanan untuk menolak (Pembangunan intake/Sodetan) tidak boleh berhenti, kami bentangkan spanduk penolakan diseluruh penjuru wilayah Serang Utara,” tutupnya.


Pantauan Damar Banten, ada sekitar 3 spanduk yang di pasang di perempatan Pontang, di Desa Pontang Legon, dan di Desa Singarajan yang bertuliskan “KAMI MENOLAK SODETAN KALI ASIN, AIR KAMI JANGAN DIRACUNI”.

Penulis : Iqbal

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini