Damar Banten – Langkah itu tidak selalu ringan. Di tengah padatnya amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten, Encop Sopia harus berjalan terseok-seok membagi waktu antara tugas politik dan perjalanan akademik, keduanya sama-sama menuntut tenaga, pikiran, dan kesungguhan. Namun Selasa (28/4/2026) menjadi titik penting dari perjalanan panjang tersebut.
Dengan suara bergetar dan mata yang tak kuasa menahan haru, Encop akhirnya berdiri di hadapan para penguji dalam sidang promosi doktor Program Studi Ilmu Politik Universitas Indonesia. Perjuangan yang tidak mudah itu bermuara pada satu pencapaian besar: gelar doktor resmi diraihnya.
“Hari ini ada keluarga saya yang men-support sampai di titik ini, kakak-kakak saya, teman-teman KAHMI, teman-teman HMI angkatan 1992, KPPI Provinsi Banten, dan sahabat-sahabat saya. Alhamdulillah akhirnya saya sampai juga di doktoral ini,” ujarnya penuh syukur.
Di balik keberhasilan itu, ada perjalanan panjang yang ia akui penuh tantangan.
“Saya terseok-seok untuk menyeimbangkan antara menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Provinsi Banten dan peran sebagai mahasiswa. Alhamdulillah, hari ini saya berhasil juga ditetapkan sebagai penyandang gelar doktor,” tuturnya.
Rasa terima kasih pun ia sampaikan kepada para dosen pembimbing yang setia mendampingi proses akademiknya hingga tuntas.
“Dalam perjalanan ini saya juga banyak dibantu oleh dosen-dosen pembimbing saya yang mungkin sudah saya repotkan. Saya sangat berterima kasih atas semua bimbingan dan dukungannya,” katanya.
Bagi Encop, capaian ini bukan sekadar gelar akademik, melainkan bukti bahwa keterbatasan waktu dan beratnya tanggung jawab publik tidak memadamkan tekad untuk terus belajar.
Dalam sidang tersebut, Encop memaparkan disertasi berjudul Mendorong Representasi Substantif Perempuan di Tingkat Lokal: Studi Lahirnya Peraturan Daerah Berperspektif Gender di DPRD Kabupaten Pandeglang, Banten, dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Periode 2019–2024). Atas keberhasilannya mempertahankan disertasi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Banten itu resmi menyandang gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia.
Penulis: Ayu Lestari

