By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Perempuan Dinilai Harus Terlibat dalam Penentuan Kebijakan Publik
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Seputar Banten

Perempuan Dinilai Harus Terlibat dalam Penentuan Kebijakan Publik

Last updated: Mei 22, 2026 6:56 pm
2 bulan ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Guru Besar sekaligus pemateri dalam kegiatan diseminasi KPPI dan perencanaan pembangunan perspektif gender dalam otonomi daerah, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam kebijakan publik dan politik pada Jum’at (22/5/2026).

Menurutnya, perempuan bukan kelompok minoritas karena jumlah perempuan mencapai lebih dari 49 persen penduduk Indonesia. Namun representasi perempuan dalam posisi pengambil keputusan strategis masih rendah.

“Perempuan mengalami persoalan publik secara berbeda, tapi belum cukup menentukan arah kebijakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari pelaksanaan pemilu, tetapi juga dari siapa yang didengar, diwakili, dan menentukan kebijakan anggaran.

“Dalam demokrasi modern, kualitas demokrasi dilihat dari siapa yang didengar, siapa yang diwakili, dan siapa yang menentukan anggaran,” tuturnya.

Nurliah menyebut perempuan menghadapi banyak persoalan publik seperti kemiskinan perempuan, stunting, kesehatan ibu, kekerasan terhadap perempuan, akses pendidikan, beban kerja domestik, perlindungan pekerja informal, hingga kebutuhan ruang publik dan transportasi yang aman.

Karena itu, menurutnya perspektif perempuan harus masuk dalam berbagai proses pembangunan dan pengambilan keputusan.

“Perspektif perempuan penting masuk dalam legislasi, pengawasan, penganggaran, dan perencanaan pembangunan,” katanya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan publik agar tercipta pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan responsif gender.

Penulis: Ayu Lestari

You Might Also Like

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Khusus Pengemudi Ojol
Gubernur Andra Soni: Program Bang Andra Tangani 46,71 Km Jalan Desa pada 2026
Besok Malam! Ribuan Lampion Siap Menghiasi Langit Ciomas
Festival Ciomas Ngabring Dimulai, 20 Ribu Benih Ikan Nila Ditebar
Tutup MPLS, SKh Elok Asri Deklarasikan Sekolah Aman dan Nyaman
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

1920 yang Tua Umurnya, Bukan Nilainya

6 hari ago

Perkuat Peran Keluarga, SKh Elok Asri Gelar Penyuluhan Anti Narkoba dalam MPLS

7 hari ago

Bupati Serang Fokus Tingkatkan PAD Lewat Transaksi Digital

1 minggu ago

Wagub Dimyati: Koperasi Penggerak Ekonomi Berbasis Gotong Royong

1 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?