Perencanaan Modern dan Implementasi Jalan Raya Pos di Jawa: Sebuah Tinjauan Historis

Damar Banten – Dalam teori modern, pembangunan jalan raya secara teknis melibatkan empat tahapan krusial: penentuan trase, stasiun, perencanaan potongan memanjang dan melintang, serta perhitungan volume pekerjaan tanah. Prinsip keamanan, kenyamanan, kecepatan, dan efisiensi ekonomis menjadi fokus utama. Inspirasi pembangunan jalan raya ini bisa ditelusuri hingga pada instruksi Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1808, yang terkesan oleh sistem jalan Romawi yang disebut Cursus Publicus.

Pembangunan jalan raya pos (1809-1910) oleh Daendels dirancang sebagai strategi untuk memperkuat komunikasi antara pangkalan armada laut, menghubungkan ujung Barat (Anyer) hingga Ujung Timur Jawa (Banyuwangi). Instruksi Gubernur Jenderal menekankan pentingnya pembangunan jalan untuk mendukung pertanian, terutama perluasan tanaman kopi dan padi, serta memfasilitasi pengangkutan hasil pertanian.

Selain kepentingan ekonomis, pembangunan jalan raya juga bertujuan untuk memfasilitasi mobilitas militer. Dengan adanya infrastruktur jalan yang baik, pasukan militer dapat dengan cepat bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya, memperkuat pertahanan Belanda terhadap serangan musuh, terutama dari pasukan Inggris.

Rencana pembangunan jalan raya dikembangkan oleh Komandan von Lutzow dengan bantuan insinyur-insinyur yang ditugaskan untuk menentukan jalur jalan, stasiun, dan perhitungan volume pekerjaan tanah. Pembangunan jalan raya dari Anyer hingga Panarukan sepanjang lebih kurang 1100 KM, sebagian besar dilakukan melalui kerja paksa dan sistem upah.

Meskipun terdapat kendala seperti medan sulit dan penyakit yang menyerang para pekerja, pembangunan jalan raya terus berlanjut. Gubernur Jenderal terus mengirimkan tenaga kerja dari berbagai daerah untuk memastikan kelancaran proyek.

Dalam proses pembangunan, laporan aktivitas pekerja kepada pemerintah pusat sangatlah penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Meskipun demikian, jumlah tenaga kerja yang terlibat tidak dapat diketahui secara pasti, karena berbagai sistem kerja diterapkan.

Meskipun proyek pembangunan jalan raya dari Bogor sampai Karangsambung belum selesai pada tahun 1810, upaya terus dilakukan untuk menyelesaikan pembangunan ini, menunjukkan komitmen pemerintah kolonial Belanda dalam meningkatkan infrastruktur di Jawa.

Dalam keseluruhan, pembangunan jalan raya di Jawa pada masa itu bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga mencerminkan dinamika politik, ekonomi, dan militer kolonial Belanda di wilayah tersebut.

Penulis: Ilham Aulia Japra

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini