Konflik Palestina dan Israel yang Tak Berkesudahan

Damar Banten—Konflik Israel dan Palestina hingga sekarang tak kunjung menemui titik temunya. Perebutan wilayah seakan tak henti menelan korban dari tahun ke tahun.

Hal ini menimbulkan simpati yang besar dari negara-negara yang ada di dunia. Tak satu atau dua negara yang ikut memperjuangkan wilayah Palestina yang akan dianeksasi oleh Israel.

Konflik semakin memanas ketika banyak korban yang meninggal. Anak-anak kecil, perempuan lansia, dan para pemuda nya tumbang diserang oleh tentara Israel. Apa yang menyebabkan konflik Israel dan Palestina demikian pelik?
Dilansir dari laman kompas.com yang mengutip dari Vox, latar belakang konflik Palestina Israel adalah masing pihak ingin mendirikan negara di tanah yang sama.

Alasan Palestina perang adalah masing-masing ingin mendapatkan dan menguasai wilayah yang sama. Wilayah tersebut ialah daerah yangt terletak di antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan.

Tetapi wilayah ini diberi label di peta saat ini adalah Yerusalem yang dianggap suci bagi Arab Palestina maupun orang Yahudi Israel.

Meskipun begitu, hal ini menimbulkan berbagai dampak yang tak berkesudahan. Seperti misalnya pengungsi Palestina yang tidak bisa kembali ke rumahnya masing-masing lantaran saat ini tengah dikuasai Israel.

Bagaimana tidak, upaya penyelesaian konfliknya pun tengah menimbulkan konflik-konflik yang baru dan tumpang tindih.
Hubungan Palestina dan Israel yang selalu bermusuhan padahal saling berdampingan satu sama lain. Israel melakukan pendudukan militer yang membuat warga Palestina menderita, dan kelompok-kelompok militan Palestina meneror warga Israel. konflik yang terjadipun diperburuk dengan sejarah panjang dan penuh kekerasan di antara kedua bangsa tersebut.

Terlebih masing-masing memiliki pembenaran sendiri tentang apa dan mengapa konflik terjadi selama lebih dari 70 tahun ini.

Sehingga kenyataannya, perdamaian antara Palestina dan Israel sangat sulit terwujud.

Proses perdamaiannya pun telah berlangsung selama beberapa dekade. Tetapi sejak Kesepakatan Oslo tahun 1993 dan 1995, belum ada harapan damai antara Palestina dan Israel.

Akar Masalah Palestina dan Israel
Sejak masa Kekaisaran Ottoman tahun 1900-an konflik Palestina dan Israel telah berlangsung sejak 1900-an. Usai Perang Dunia I, Inggris mendapatkan mandat dari Liga Bangsa-Bangsa untuk membantu mendirikan negara bagi orang-orang Yahudi di wilayah tersebut.

Ratusan ribu orang Yahudi pindah ke daerah itu sebagai gerakan Zionisme. Zionisme bagi orang Yahudi adalah untuk melarikan diri dari penganiayaan dan mendirikan negara ke bukit Zion, yang kemudian melahirkan negara Israel di wilayah Arab Palestina.

Pada 1947, PBB menyetujui rencana membagi Palestina menjadi wilayah, yaitu untuk orang Yahudi yang disebut Israel dan untuk orang Arab disebut Palestina.

Sedangkan Yerusalem untuk orang Yahudi dan Muslim menjadi zona internasional khusus. Tetapi rencana tersebut tidak pernah terlaksana. Para pemimpin Arab di wilayah itu menganggap rencana itu sebagai pencurian kolonial Eropa dan menginvasi Palestina.

Tahun 1948, Israel memenangkan perang. Israel mengklaim tanah milik Palestina dan melampaui batas yang ditentukan PBB., Israel menduduki tanah yang telah menjadi bagian Palestina, termasuk bagian barat Yerussalem. Israel juga mengusir warga Palestina. Akibatnya sekitar 700.000 orang Palestina mengungsi.

Mereka beranak cucu hingga sekarang mencapai 7 juta orang dan masih dianggap sebagai pengungsi.

Setelah perang 1948 berakhir, Israel mengendalikan semua wilayah yang saat ini bertuliskan Israel di Peta. Hanya bagian Tepi Barat (West Bank) dan Gaza, yang menjadi tempat sebagian besar warga Palestina melarikan diri, dan sekarang hanya wilayah tersebut yang dianggap sebagai wilayah Palestina. Banyak juga orang Palestina yang berada di kamp-kamp pengungsi di negara tetangga. Hingga saat ini, masih banyak yang diperebutkan diantara mereka.

Seperti perbatasan antara Palestina dan Israel yang tidak jelas, status para Pengungsi Palestina yang tidak jelas, serta status Yerusalem yang masih jadi rebutan. Yang terjadi tahun 1948 ialah konflik pertama kemudian konflik yang kedua dimulai dari tahun 1967 ketika Israel menempatkan kedua wilayah Palestina di bawah pendudukan militernya.

Hingga saat ini perseteruan kedua negara tersebut masih berlangsung pada Ramadhan tahun 2021.

Penulis : Siti Mahfudzoh

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini